Listen To You

SELAMAT DATANG! ditunggu loh.. LISTEN TO YOU :)
Sundari Inten

Kamis, 09 Februari 2012

Ngedit Tulisan

Sebenernya udah lama nemu tulisan ini dan udah pengen ngepost ke Blog, tapi diliat dari isinya itu tidak memungkinkan untuk di post di blog yang dulu (mungkin ini salah satu tulisan yang rada benar) makanya sekarang ada kesempatan buat nge post nya. 


Ini tips buat ngedit Tulisan kita agar lebih berbobot lagi.



Here goes:
1. Kasih jarak dulu
Sebelum mengedit tulisan kamu, simpen dulu tulisan tersebut minimal satu minggu. Begitu kamu selesai menulis draft 1, jalan-jalan dulu, lupakan tentang naskah kamu. Baru, setelah seminggu, kembali ke naskah kamu. Dengan memberikan waktu/jarak seperti ini, pasti mata kamu dalam membaca naskah kamu akan lebih fresh. Mata kamu akan menjadi mata seorang pembaca yang bisa melihat kesalahan-kesalahan yang mungkin tidak terlihat sewaktu sedang menulis dulu.
2. Lebih padat lagi!
Bagi gue, mengedit lebih berarti memotong, atau merampingkan. Gue akan lihat kalimat-kalimat yang bisa dibuat lebih “padet”. Gue akan coba menggunakan kata yang lebih sedikit untuk tujuan yang sama. Misalnya, di naskah ada tulisan: “Gue sama sekali enggak tahu apa gue harus pergi ke sana atau tidak.” Kalimat ini akan gue buat lebih padet dengan menulisnya seperti ini aja: “Gue bingung ke sana apa enggak.” Kalimat dengan jumlah kata yang sedikit seperti ini membuat tulisan kita tidak terasa “sesak” dan “ramai”.

3. Kurangi kalimat pasif

Gue pasti sebisa mungkin menggunakan kalimat aktif. Setiap kali gue nemu kalimat pasif, pasti gue ubah menjadi aktif. Seperti misalnya: “Ketimun itu diambil Edgar” akan gue ganti menjadi “Edgar mengambil ketimun”. Penulisan kalimat dalam bentuk aktif akan membuat pembaca bisa membayangkan kalimat tersebut dengan lebih visual. Kalimat aktif juga membuat pembaca merasa tulisannya bergerak maju, dan orang-orang ditulisan tersebut terasa melakukan kegiatan.
4. Speaker attribution
Speakter attribution berarti frase yang menandakan siapa yang berbicara dalam kalimat langsung. Misalnya “kata Edgar”, atau “kata gue”, atau “kata Nyokap”. Biasanya dalam mengedit gue akan membuat dialog menjadi lebih enak divisualkan dengan mengganti/mencampurkan speaker attribution dengan sebuah kegiatan.
4. Cek typo 
Selalu cek dan re-check tulisan kamu sudah bebas kesalahan ketik. Tidak ada yang lebih nyebelin buat editor penerbit baca selain naskah yang banyak salah ketik.

5. KISS = Keep It Simple, Stupid!

Gue adalah tipe penulis yang selalu menghindari penggunaan kata yang terlalu berat. Kalau gue nemuin kata seperti ini dalam buku gue: “Dia harus lebih konsisten dalam mengaktualisasikan idenya.” biasanya gue akan ganti menjadi “Dia harus lebih sering mewujudkan idenya.” Kata-kata dalam Bahasa Inggris yang keluar pas lagi nulis draft pertama seperti “gesture” gue pasti rubah menjadi “sikap”. Sebisa mungkin gue menulis dengan istilah yang lebih banyak orang tahu. Semakin simpel, semakin baik. Menulis bukan untuk memberitahu kamu pintar dan ngerti banyak kata-kata aneh, tapi untuk mengkomunikasikan cerita kamu secara efektif kepada pembaca.

6. Struktur dulu, baru komedi 

Karena gue adalah penulis komedi, sewaktu menulis gue berusaha untuk tertawa pada jokes gue. Kalau gue ketawa, berarti jokesnya berhasil, paling enggak buat gue. Kalau lagi editing, gue emang jarang ketawa sama jokes yang gue buat sebelumnya (karena udah tahu apa jokesnya apa). Tapi, biasanya gue akan selalu mencari celah untuk memasukkan komedi ke dalam tulisan gue sembari gue mengedit.
Buat kamu yang mau menulis komedi, jangan takut kalau dalam draft pertama tulisan kamu belum lucu. Komedi akan datang sendirinya kalau struktur tulisan kamu sudah rapih dan benar. Konsentrasi dulu dengan cerita yang mau kamu sampaikan, dan komedi bisa ditambahkan/dieksplorasi pada saat rewriting. Hindari penulisan komedi yang malas seperti memasukkan tebak-tebakan, cerita lucu, ini semua harus dihapus pas lagi ngedit tulisan kamu.

7. Hindari hal-hal klise

Gak tahu dengan penulis lain, tapi gue gak terlalu suka dengan penggunaan istilah yang klise seperti “Dia seperti tong kosong nyaring bunyinya”, atau “Dia cewek terindah yang pernah gue lihat”, atau “Gue cinta sama dia setengah mati”. Istilah klise ini selain sudah terlalu sering digunakan, juga tidak memperkaya tulisan kita sendiri. Setiap kali ngedit, gue mencari istilah-istilah klise ini, membuangnya, dan mencari metafor lain yang belum pernah dipakai sebelumnya.
8. Udah kelar? Edit lagi! 
Writing is rewriting. Kalau kamu pikir editan kamu udah bagus, kasih jarak seminggu, lalu baca ulang dan edit lagi. Ulangi sampai kamu merasa tulisan kamu sudah benar-benar bagus. Kecuali kalo kamu ditungguin editor dan naskahnya sudah masuk deadline mau terbit kayak gue. Huehehehhe..
Semoga membantu calon-calon penulis yang juga lagi nulis/ngedit tulisannya. :D
dari :

Mengulas Remaja



Perkembangan Remaja (Adolesen)

Secara psikologis, masa remaja adalah usia dimana individu berintraksi dengan masyarakat dewasa, usia dimana mereka tidak lagi dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua, namun berada dalam tingkat yang sama. Masa remaja (adolesen) merupakan masa perkembangan transisi antara masa anak-anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan social emosional. Usia remaja ini dimulai dari 10 sampai 13 tahun dan berakhir pada usia 18 sampai 22 tahun atau dimulai ketika anak sudah matang secara seksual dan berakhir ketika mencapai matang secara hukum.
Ciri-Ciri Umum Masa Remaja
· Priode yang penting
Perkembanga fisik yang cepat dan penting disertai dengan cepatnya perkembangan mental yang cepat, terutama pada awal masa remaja. Yang mana dalam hal ini menimbulkan perlunya penyesuaian mental dan perlunya membntuk sikap, nilai dan minat baru.
· Priode peralihan
Terjadinya peralihan dengan meninggalkan sifat-sfat pada masa anak-anak dan mempelajari pola perilakuda sikap baru untuk menggantikan perilaku dan sikap yang sudah ditinggalkan.
· Periode perubahan
Terjadinya perubahan sikap dan perilaku dipengaruhi juga oleh perubahan fisik. Ada beberapa perubahan yagn hampir sama dan bersifat universal, yaitu: (a) meingkatnya emosi, yang dipengaruhi oleh perubahan fisik dan psikologis yang terjadi, (b) perubahan tubuh, minat, dan peran dari kelompok social yang dapat menimbulkan permasalahan, (c) bertambahnya minat dan pola perilaku turut merubah nilai-nilai, (d) menginginkan kebebasan namun kurang mau untuk bertanggungjawab.
· Usia bermasalah
Memiliki permasalahan yan grumit dan tidak mudah untuk diselesaikan, baik pada laki-laki dan perempuan. Hal ini disebabkan oleh remaja tersebut tidak berpengalaman dalam mengatasi masalah itu serta andanya penolakan untuk meneriam bantuan dari orang ayng lbih dewasa.
· Masa mencari identitas
Masa dimana pemaja mencari identitas dirinya dengan mencoba menarik perhatian orang-orang sekitar, salah satunya dengan symbol-simbol yang menarik, seperi menggunakan cicincin, kalung, mobil, dan lain-lain.
· Usia yang mnimbulkan ketakutan
Adanaya anggapan bahwasanya remaja itu cenderung serikap merusak dan tidak dapat dipercaya sehingga membuat orang dwasa harus mengawasinya. Hal ini yang menyebabkan remaja kurang memiliki rasa tanggungjawab, sehingga mereka selalu ketakutan untuk bertindak karena selalu mendapatkan pengawasan dari orang dewasa.
· Masa yang tidak realistic
Anak remaja memandang dirinya dan orang lain sepertiyang mreka inginkan, bukan melihat secara apa adanya.
· Ambang masa dewasa
Dengan semakin bertambahnya kematangan pada diri remeja itu, lalu mulailah mereka meninggalkan streotip ayng belasan menjadi pribadi ayng besa dianggap oaring dewasa.
Perubahan Fisik Selama Remaja
1. Perubahan eksternal
Ø Tinggi; perempuan mencapai tinggi yang matang pada usia 17 dan 18 tahun, sedangkan laki-laki setahun setelahnya. Tidak lengkapnya iminisasi pada waktu bayi juga akan mempengaruhi pertumbuhan tinggi anak.
Ø Berat; pertubuhan berat badan mengikiti pertumbuhan pada tinggi badan, yang mana berat badan itu menyebar keseluruh bagian tubung yang tadinya hanya mengandung sedikit lamak.
Ø Proporsi tubuh; berbagai anggota tubuh lama-kelamaan mencapai perbandingan yang seimbang
Ø Organ seks; oragan seks pada ermaja mencapai ukuran yang matang pada akhir madsa remaja, tetapi fungsinya belum matang sampai bebrapa tahun kemudian.
2. Perubahan internal
Ø Sistem pencernaan; perut manjadi lebih panjang dan tidak lagi mambentuk pipa, usus bertanmbah panjang dan bertambah besar, otot-otot diperut dan dinding-dinding usus menjadi lebih tebal dan kuat, hati bertambah beratdan kerongkongan bertambah panjang.
Ø Sisitem peredaran darah; jantung tumbuh pesat pada usia 17 atau 18 tahun dengan berat 12 laki berat saat lahir. Panjang dan tebal dinding pembuluh darah meningkat mencapai tingkat kematangan bilamana jantung sedah matang.
Ø Sistem pernafasan; kapasitas paru-paru anak perempuan lebih matang pada usia 17 tahun, sedangkan laki-laki beberapa tahun kemudian.
Ø Sistem endokrin; kegiatan gonad yang meningkat pada masa puber menyebabkan ketidakseimbangan semenatra dari seluruh system endokrin pada wal masa puber. Kelenjer-klnjer seks berkembang pesat dan berfungsi, mesipun belum mencapai ukuran matangsampai akhir masa remaja atau dewasa awal.
Ø Jaringa tubuh; perkembangan rangka berhenti apda usia 18 tahun, jaringan selain tulang terus berkembang sampai tulang mencapai ukuran matang, khususnya perkembangan jaringan otot.
Keadaan Emosi Masa Remaja
Terjadinya perubahan emosi pada masa remaja disebabkan karna mereka berada dibwah tekanan social dan menghadapi kondisi baru, sedangkan selama anak-anak mereka kurang mempersiapkan diri untuk melengkapi kondisa-kondisi demikian. Meskipun emosi rmaja sering kali sangat kuat, tidak terkendalidan tampaknya irasional, tetapi pada umumnya dari tahun ketahun terjadi perbaikan perilaku emosional. Menurut Gesell dkk, remeja 14 tahun sering kali mudah marah, mudah dirangsang, dan emosinya cenderung meledak, tidak berusaha mengendalikan perasaannya. Sedangkan remaja 16 tahun mengatakan bahwa mereka tidak punya keprihatinan. Jadi adanya badai dan tekanan pada periode ini berkurang menjelang berakhirnya masa remaja.
Remaja tidak lagi mengungkapkan emosinya dengan gerakan amarah yang meledak, melainkan dengna menggerutu, tidak mau berbicara atau dengan suara keras mengkritik orang yang menyebabkan ia marah. Remaja suka bekerja sambilan agar dapat memperoleh uang lebih dan bisa membeli barang-barang yang ia inginkan atau bila perlu berhenti sekolah.
Untuk dapat mencapai kematangan emosi, remaja harus belajar memperoleh gambaran tentang situasi-situasi yang dapat menimbulakan raksi emosional. Hal ini dapat dikendalikan dengan membisarakan berbagai masalah peribadinya dengan orang lain. Keterbukaan, perasaan dan masalah peribadi dipengaruhi oleh rasa aman dalam hubungan social dan sebagian oleh tingkat kesukaanya pada orang-orang tertentu.
Perubahan Sosial
Agar dapat menjalin hubungan sosialisasi yang baik remaja perlu banyak membuat penyesuaian baru, seperti pnyesuaian dengan diri sendiri, orang lain, serta lingkungan.
Dengan banyaknya akifitas remaja diluar rumah bersama dengan teman-teman berpengaruh pada sikap, penbicaraan, minat, penampilan dan perilaku. Keremajaan itu selalu maju, maka lambat laun pengaruh teman sebaya akan berkurang pada diri mereka, hal ini dipengruhi faktor; keingiana individu untuk dapat mandiri dilingkungannya dan pemilihan sahabat.
Dengan meluasnya kesempatan untuk melibatkan diri dalam berbagai kegiatan soaial, maka wawasan soaial semakin membaik pada remaja yang lebih besar.sekarang remaja dapat dapat menilai teman-temanya menjadi lebih baik, sehingga penyesuaian dari dalam situasi social bertambah baik dan pertengkaran menjadi berkurang. Semakin banyak partisipasi social, semakin besar kompetensi social remaja.
Perubahan Moral
Menurut Kohlberg, tahap perkembangan moralitas pasca konvensional harus dicapai selama masa remaja. Tahap ini merupakan tahap menerima sendiri sejumlah prisip dan terdiri dari dua tahap yaitu individu yakin bahwa harus ada kelenturan dalam keyakinan moral sehingga dimungkinkan adanya perbaikan dan perubahan standar moral apabila hal ini menguntungkan anggota-anggota kelompok secara keseluruhan.
Terdapat dua kondisi yang membuat pergantian konsep moral khusus ke dalam konsep yang berlangku umum tentang benar dan salah yang lebih sulit dari pada yang seharusnya. Konsidi itu ialah kurangnya bimbingan dalam mempelajari bagaimana membuat konsep khusus dan konsep moral ayng berlaku umum seperti kedisiplinan dilingkunga kluarga dan sekolah.

Rabu, 08 Februari 2012

Alay Proses Pendewasaan


ALAY atau berlebihan mungki sudah tidak sing di dengar oleh telinga kita semua, namun "gak semua orang yang dicap alay itu jelek! kita kan gak tau dia, gimana cara dia berpikir, dan kepribadiannya yg asli. siapa tau dia lebih baik dr kita ! jadi , kita gak boleh milih2 gitu"

 People Judge
1. Jika dilihat dari artinya ternyata kata alay ini berkembang maknanya, semakin mempersempit ruang gerak perspektif karakter, selera dan pendapat orang lain untuk dipaksa sejalan pemikiran orang2 yg suka menggunakan kata ini. Tapi tetap tidak berubah acuannya hanya seputar penampilan dalam pergaulan sementara. Bukanlah sesuatu yg membanggakan lagi.

Sepertinya tidak perlu dipusingkan karena dah gak objektif dan relevan lagi seperti contoh pendapat berikut :

"ada juga temen gue yang blg,"alay tuh biasanya yang ga pernah ke tempat tempat gaul !" (pim,mall2 jakarta,coffe shop/caffe ber-wifi yang lagi in)."

seperti itu sudah opini kelompok/kalangan tertentu. Ok Biarkan masing2 remaja bebas berkreasi asalkan tidak mengorbankan hak dan kenyamanan orang lain. 


2. alay itu cuma sekumpulan orang yang tinggal di dunia nya sendiri. kita ngga usah capek-capek menjudge mereka norak, atau apalah, karena setiap manusia kan berhak menjadi apapun yg mereka mau. mrk milih jd ky gitu, bergaul di dunia itu, yaudah kita hargain aja keputusan mrk. selama mereka ngga mengganggu kita, utk apa kita ngegangguin mrk duluan dgn ngmgin mrk, mencap mereka negatif, dll? all i’m saying, j